Lewat mental calculation pula aku menaksir umurnya lebih tua 7 tahun dari aku. Kelvin kembali menjelajahi tubuhku yang barus saja tertutup, dia menciumi setiap lekuk-lekuk di tubuhku. Bokeb Sampai akhirnya aku memutuskan Jumat malam akan kubeli saja karena tidak ada yang lain yang lebih menarik. Sini bajunya aku bayar dulu.”
Aku pun berdiri di depan counter siap melakukan transaksi pembayaran. Itupun belum cukup, diakuinya bahwa dia masih bisa tambah dua burger. Aku melotot, protes. Kelvin datang mendekati, barangkali ingin ikut mengamati, tetapi tidak ada komentar lain yang keluar dari mulutnya. Aku pun balik lagi ke kamar ganti. Kelvin menjawab dengan nafas memburu, “Oh tidak…!




















