Aku pulang ke rumah, membanting sepedaku di halaman, dan langsung menuju ke kamar. “Aku sebenarnya juga mau.”
Wah, ini luar biasa, pikirku. Bokep SMA Ahh.. “Ray.. seandainya saja.. Kuambil ‘tik’ obat di saku belakangku. “Tentu.. Mungkin kalian pernah merasakan (paling tidak sekali) serius menjalin hubungan dengan seseorang, dan begitu pula aku. Obat sialan. Ahh.. ah.. lampunya..” Nia berkata setengah tertahan. Setan pun tertawa dalam jiwaku.Kubayangkan tubuh Enni di atasku, tanpa pakaian, tubuhnya bersimbah peluh. Aku menangis semakin keras, mengerang dan terisak, sesekali menguap dengan gerakan sesamar mungkin, sekedar memastikan air mataku tetap keluar. Kutaruh kembali botol Vicks 44 itu ke dalam saku jaketku, dan memacu gas mobil menuju ke rumah Nia.—————————————————Kugerayangi buah dadanya, menciumi




















