Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. Bokep Japan Gila. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Ketika matahari bersinar, aku menggosong. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Jika hujan, tidak ada yang lebih indah selain melihat orang-orang berpayung, melompati genangan air hingga terciprat dan sesekali mengenai pakaian mereka, lalu tiba-tiba ada suara tawa di bawah payung-payung itu. Dia terpelanting. Kisah-kisah miris semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Aku kini mulai bingung. Aku kini mulai bingung.




















