Sumpah, ucapannya bikin aku bergidik ngeri. Bokep Montok SIAPAPUN TOLONG AKU… AKU” Dengan suara serak ketakutan aku mencoba teriak sekencang mungkin berharap ada yang mendengar. Aku takut… mual.Aku mengalihkan pandanganku dari layar tv. Cukup lama tanggannya berada di leherku seperti mencekik, aku pikir aku akan dibunuhnya dengan cara dicekik, tapi ternyata dia tidak benar-benar mencekikku. Kami berdua bermandikan darah. Aku sangat mengantuk. Mulutku tertutup lakban. Bunuh aja Mita sekarang… mau Mita ambilin pisaunya??” tawarku.“Kamu jangan godain saya ya… beneran saya bunuh kamu nanti….”“Ayo ayo pak bunuh Mita… nih nih….” balasku sambil menengadahkan kepala menghadapkan leherku padanya, tanda bersedia disembelih sekarang olehnya.“Ya ampun kamu ini… saya beneran pengen bunuh kamu sekarang lho…”“Mita juga gak




















