Sekarang saya masih berurusan dengan polisi.”“Kamu sendiri bagaimana?”“Saya tidak apa-apa Om…. Bokep Arab Dia.“Ayo naik Ermita.”“Naik kemana?”“Ayo naik saja.”“Nanti ada yang marah.”“Siapa yang marah? Apa kamu memberikan dirimu pada orang lain?” Dia kembali menoleh padaku tajam. Anaknya memang aneh Om. Aku menyiapkan semuanya. Memakai T- shirt dan blujins yang dia pakai kemarin. Kedua tangannya dipanggulku. Suara yang kurindukan. Terhuyung-huyung dia bangun dan kembali masuk kamarmandi, kelihatannya masih pusing. Roti dengan keju, pakai daging kambing, cendawan dan potongan-potongan … apa ya indonesianya green pepper?”“Saya juga tidak tahu Om”, katanya menerima piring yang kusodorkan pada alas serbet kertas peganganku.“Cabe yang sebesar tinju.”“Ooo.” Dia letakkan kaleng cocacolanya di counter dapur dan diapun mulai hendak menggigit pizza




















