“Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Bokep Twitter Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Ucap isteriku kalem.“Iya. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu?




















