Waktu itu… aku yang memintanya.”
“Ah?”Surabaya, Keesokan Harinya“Ray, si pemburu. Bokep “Aku juga, Chie. Kenapa dengan itu?”
Chie terdiam sesaat, menghentikan gerakan ballpoint di tangannya. Nyaris saja kopi susu itu keluar dari mulutku dan membasahi foto copy makalah di atas meja. Karena Chie adalah seorang sahabat. Namun kata-kata “bule” itu menambah emosi yang memang sudah terpancing sebelumnya. Aku hanya tertawa saat kepalannya menyentuh lenganku. “Kamu sama saja dengan mereka, Ray. Dan aku masih sering menghubunginya. Di dalam saja!” Mama Chie memanggilku masuk. “Chie, sudahlah.”
“Ray, Papa udah nggak ada.”
Kuusap belakang kepalanya, menekan tengkuknya, berusaha melegakannya. Dari sudut mataku, kulihat gadis itu meringkuk di jok belakang. “Cukup segitu?”
Jay terdiam. “Ray, kamu tahu?”
“Apa?”
“Masalah Jay. Jay, kenapa dia




















