Kami yakin dekat sana pasti ada WC.Setiap orang yang berpapasan kami tanya dimana WC, tak seorang pun paham. Dia kuminta tidur telentang beralas handuk dan aku menindihnya. Bokep Eh bener juga karena nggak lama kemudian keduanya menoleh kebelakang dan tersenyum ke kami.Nah setengahnya kurang yakin karena kami tidak bisa bahasa Mandarin, lantas bagaimana caranya “menghasut” cewek agar bisa kami “bawa”. Setelah jalan cukup jauh akhirnya kami sampai ke taxi shelter, dan ternyata di situ banyak sekali taksi.Entah bahasa apa yang dipakai Bode, sehingga kedua cewek itu mau ikut naik taksi ke hotel. Aku memang menghindar naik lift bersama mereka, takut kepergok sama temen-temen.Aku memang sekamar dengan Bode.




















