Saking gemetarnya aku sampai terbentur meja saat hendak bangkit.“Hi-hi-hi. Bokeb Asyik juga, tapi sebagai imbalannya aku mencarikan dan menggaji pembantu rumah tangga dirumah Risya. Saat aku menunduk untuk mengambil garpu yang dengan sengaja kujatuhkan, Risya semakin membuka lebar kedua pahanya.Jantungku berdegup sangat kencang melihat pemandangan indah didalam rok Risya. . Hal itulah yang membuat tekatku lebih bulat untuk menjadikan Risya sebagai pelarianku. Karena itulah timbul dalam hatiku kalau aku ingin mencari seorang pelarian untuk memuaskan nafsu birahiku yang selalu saja tak terlepaskan.Setelah sejenak kuputar otakku untuk mencari siapa wanita yang cocok untuk kujadikan pelarian, akhirnya aku ingat kalau aku mempunyai seorang tetangga yang cantik dan juga bodinya sangat menggoda.




















