Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Tanganku mulai merogoh ‘Ms. Bokep ” Biasa main dimana?” tanyanya
“Ada apa sayang?” tanyaku kembali. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Aku setuju. Lalu aku pulang.Hari-hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Anisa guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. Anisa merangkulku, “Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat. Veggy’nya dengan jariku, menjilati sekujur bagian dagu. Cincin Anisa hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, setelah dikecupinya. “Habis bagaimana? Penny’ku. Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Guru Anisa (saya memanggilnya Anisa) yang terkenal galak dan judes itu dan anti cowok!




















