Sebab…aku takut? Bokep Bang Roji menghentikan pijatannya,dia merasa aku sudah tak sakit lagi.Aku di suruh untuk menggerakkan kakiku itu. Dia lalu masuk kamar putriku dan membentangkan karpet itu di lantai. Aku pun kini seolah ikut menerima perlakuannya saat itu. Dia baik koq kalau menurut Papa”. Namun dengan alasan bahwa suamiku menunggu dirumah aku pun menolaknya dengan halus dan pamit pulang. Aku merasa sedikit jengah saat itu sehingga dengan buru buru aku tarik tubuh putriku dari pelukan bang Roji. Bang Roji akhirnya menyetujui permintaanku itu dan berjanji akan segera balik secepatnya. Jika aku libur ke kantor kami sering ngobrol-ngobrol mengenai rumah tangga. Namun baru beberapa gerakan mau berdiri tiba tiba aku tak tahan,




















