Ini.., kutunjuk pangkal pahaku.Besok saja Sayang..! Bokep Montok Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh,42 hore aku turun. Ayo. pintanya penuh manja.Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depanberdering. Masak tidak ada yang bisadibicarakan. Pletak, pletok,sepatunya berbunyi memecah sunyi. Dadaku berguncang. Ke bawah: Tidak. Ia menyentuhnya. Iamenikmati, tangannya mengocok Junior.Besar ya..? suara itu mengagetkanku. Ia tersenyum melihatku.Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan, katanya.Ia mencaricari. Apakah perlu menhitungkancing. Aku hanya ditinggali handuk kecil hangat. ujarnya.Aku makin bersemangat, makin membara, makinterbakar. Ke bawah lagi: Turun.Ke bawah lagi: Tidak. Suara pletakpletok mendekat.Ayo tengkurap..! Kedua kali ia memasukkan jari tangannya. Ini kesempatankedua. Matanyadikerlingkan, bersamaan masuknya mobil lain dibelakang angkot. Duduk di tepi dipan.




















