Memandangi Lidya yg sudah rapi berpakaian. Kedua bola mataqu sampai membeliak lebar. Bokep Namun Lidya malah membalasnya dgn sinar mata yg saat itu sangat sulit ku artikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaqu polos.“Aqu mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya.“Cinta..?” aqu mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Kembali Lidya mencium bibirku. Namun nampaknya Lidya masih belum puas. Seakan Lidya berusaha untuk membangkitkan gairah kejantananku. sehingga tak ada selembar benangpun yg masih melekat di sana. Aqu tak rela Mbak Indira jadi milik orang lain. Namun aqu sama sekali tak tertarik padanya. Semakin dekat saja jarak wajah kami. Aqu coba untuk menuruti keinginannya tanpa ada perasaan apa-apa.“Ke kamarku, yuk..”, bisik Lidya mengajak.“Mau apa ke kamar?”, tanyaqu




















