“Pagi vi.”“Pagi pak.”“Gimana, bisa tidur nyenyak tadi malam?”“Ah bapak, bisa aja, tadi malam saya tidur pulas sekali.”“Ya sudah, saya tinggal dulu ya, selamat bekerja.”“Iya pak.”Aqu meneruskan langkahku menuju ruang kerjaqu yg memang tak jauh dari meja kerjanya, dari dalam ruangan kembali aqu menengokkan wajah ke arahnya, ternyata dia masih menatapku sambil tersenyum.Tak seperti biasanya, aqu merasakan hari ini bekerja merupakan sesuatu yg membosankan, suntuk rasanya menghadapi pekerjaan yg memang dari hari ke hari selalu saja ada sesuatu yg harus diulang, akhirnya aqu menulis cerita ini. Bokep India uhh.”
Badanya mengejang beberapa waktu sebelum akhirnya dia lunglai bersender kedadaqu.“Gimana vi rasanya?”“Enak pak.”Kulihat air matanya berlinang.“Kenapa kamu menangis vi.”Dia diam tak menyahut.“Kamu nyesel udah melaqukan ini?”




















