Lalu ia berbaring di sofa. Dadanya mbak Intan besar juga.Tercium bau harum parfumnya. Bokep Mbak Intan tampak mencoba untuk menghindari pandanganku. “Cantik mbak, Superb!!”, kataku sambil mengacungkan jempol. Lama kami terdiam.“Kamu banyak diam ya”, tuturnya.“Eh.. Kami kelelahan dan tertidur di atas sofa, Aku memeluk mbak Intan. “Wan, saya ini bibimu”, tuturnya. Kami benar-benar canggung pagi itu. Waktu itu tengah ada sinetron.“Nggak tidur Wan? Sebab saya tak pernah jatuh cinta terlebih dulu. Ia bertumpu dengan sofa, lalu ia gerakkan atas bawah. Sampai kini pun ia masih seperti dulu, tidak berubah, tetap cantik. Rasanya aneh, tapi aku suka. Tapi saudara tiri.Panjang ceritanya. Ia tidak menyadarinya. Lama kami terdiam.“Kamu banyak diam ya”, tuturnya.“Eh..




















