“Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan. Jav Sub Indo kamu pernah menjadi seseorang yang sangat berarti bagiku,” ia terdiam sebentar. Sejak itu aku tak tahu kabar beritanya.Entah apa yang dibicarakannya dengan teman-temannya. Memang ini hari sialku.Apa tidak ada yang bisa bikin aku lebih sial lagi? Mungkin a quicky morning akan melupakan Felly. “Den ditunggu non Felly, katanya aden disuruh masuk.”
“Iya Bik.”Aku merapihkan pakaianku, berjalan mengikuti bibik tua itu ke dalam. Segera kutinggalkan teman-temanku dan menuju rumahnya.Jam 23.00. Tidak ada niat sedikitpun untuk menindak lanjuti pembicaraan kami. 2 tahun yang lalu aku pikir aku sudah terbebas darinya.




















