Mobilnya mau saya bantu parkirin, neng?Boleh Pak. Lelah karena meronta dan berteriak-teriak, aku mulai menangis.Jangan iket gue! Bokep aku semakin menunduk. ujar Gilang yang menganggapku seperti barang yang bisa dicoba kapan saja.Mau ke mana kamu? Pak Darmawan barusan memanggil dua orang lelaki yang bahkan aku tidak tahu siapa. Turun dari mobil, aku memencet bel rumah bernomor 27 yang ada di hadapanku. Alasanku memilih Pak Darmawan adalah agar aku tidak perlu terjun ke lapangan hanya untuk melakukan penelitian. Dasar sialan.Bagaimana? Lagian gue udah dapet duit dari Pak Darmawan karena udah ngasih informasi tentang lo.Oh, ternyata aku benar-benar dijual oleh mantanku.




















