Entah kesambet darimana, aku akhirnya menuju alamat bu Sri yang sebelumnya mampir ke ATM untuk mengambil uang. Tadi kamu malah curi-curi ngesun, sekarang dikasih malah ga mau?!” ujarnya lagi. Bokep Hasratku semakin menjadi-jadi seakan tak peduli kalau wanita itu adalah ibu dari temanku. “Eh yang kanan belum ndre” ujarnya sambil seperti menyodorkan pipi kanannya. “Iya. Kulihat air maniku berceceran banyak sekali di lantai dan sofa rumah itu. Kulihat secarik kartu nama di atas sofa. 1.400.000,-. Aku makin mengerti. Wanita itu mengingatkanku tentang pembayaran hutangnya tadi siang. Iseng saja aku mampir ke rumah Anto, salah seorang temanku yang rumahnya juga tidak terlalu jauh dari rumahku. ma..af bu” gumamku pelan sambil menundukkan wajahku.




















