“Sudahlah pak, dicoba daripada nanti kita diklaim nanti saya yg repot” dia menyahut
“Cobalah Pak, tdk usah sungkan, biar saya pamit pulang dulu” Pak Sebastian matanya nampak serius, tapi nampak diujung bibirnya senyum kecil, pengertian sekaligus menantang saya untuk “memeriksa” Rini. Bokep Colmek Maklumlah, kami berdua tdk sempat mandi sejak pagi hari tadi. Rini tentu saja tdk boleh pulang hingga malam tersebut, karena sebagai bagian Marketing diapun akan mendapat share keuntungan 5 % dari nilai transaksi ini. Nampaknya Rini menikmati geseran prop USG tersebut, kedua putingnya nampak mengeras menjulang.Lebih gila lagi malahan sekarang dia menutup kedua matanya, sambil berdesis pelan. Tinggal kami bertiga di ruang elektrik perusahaan, semua karyawan tentu sudah pulang dan terlelap




















