Usahaku yg kuat untuk kembali tidur tak membuahkan hasil. Kupindahkan semua barang diatas meja keatas laci, lalu kubersihkan meja itu. Bokep Tobrut “Aku nggak rugi, kok”, jawabnya santai. Kamu sendiri kenapa mau?”, jawabnya yg dilanjutkannya dengan pertanyaan. Sebuah cubitan langsung menancap di tangan kiriku. “Tampangnya sih oke tapi pria seperti itu hanya mau menangnya sendiri seperti bekas suamiku yg pertama”, sambungnya. Zainal, mmh..”. “Pingin tahu rasanya?”, tanyanya dengan senyum menggoda dan menuju ke arahku. Zainal, mmh..”. Setiap hal penting yg muncul dari bayanganku kutulis dalam jurnal. “Sudah Zainal, ayo kembali ke kamar!”, ajaknya. Bagian-bagian yg telah terpilah-pilah itu kubaca lagi dengan lebih teliti dan menguraikan isinya didalam otakku sehingga terbentuklah sebuah bahan informasi




















