Ia mengangguk pelan, dan duduk di bawahku. “Aya.. Bokep Jepang sshh..” lirihnya. Hai..” sahutku lirih. Gawat! Aku mencintainya hampir dengan seluruh hatiku. Aku mencintainya hampir dengan seluruh hatiku. Kuayunkan kepalaku berkali-kali. ashh.. Kususul ia ke dapur. Tangan kananku kupakai untuk menopang badanku dan tangan kiriku meraih pinggulnya. Kumundurkan kursi mobil dan mulai memejamkan mata. Kualihkan lidahku ke arah belakang telinganya. Tapi celana dalam itu sangat mengganggu. Kupermainkan karpet. Perlahan sekali kucari langit-langit mulutnya. Mereka tinggal tanpa orangtua karena dinas di luar kota. Bibirnya membuka. Shit! Lalu mulai kusapukan lidahku dari bawah payudaranya membuat lingkarang kecil yang semakin besar. Gawat! Lalu cepat-cepat dikenakannya sambil menunduk.




















