Wajahnya semakin dekat, aku jadi semakin tidak berani mengangkat wajah. Dengan sok gentle, aku memeluk tubuhnya yang telanjang dari belakang. Film Porno Maju, mundur, kiri, kanan, berputar-putar. Dia bahkan jadi seperti tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Aku sangat terkejut saat melihat ukuran buah dadanya. Di kamar, di dapur, di kamar mandi, di hotel, di mana saja. Dengan ganas aku menyedot-nyedot puting payudaranya yang kini mengeras dan membengkak. Dia bilang, walaupun aku tidak naik kelas, tapi aku “lulus” sebagai laki-laki. “Kamu udah gede, kamu udah boleh, Van…”Entah bagaimana, nafsuku kembali berkobar. Nafsuku jadi semakin tidak terkendali. Berulang kali jemariku memilin-milin gemas puting-puting susu Tante Ning secara bergantian, kiri dan kanan.




















