“Kenapa Mbak mau dimadu?”, tanyaku tambah penasaran. Link Bokep “Ke kafetaria yuk”, ajakku dengan tak menghiraukan gurauannya. “Kenapa nggak mikir aku saja?”, tanyanya dengan senyum genit. Pikiranku berkecamuk soal pekerjaan yg akan kuhadapi sehari lagi dan sama sekali belum kusiapkan. kamu nggak pernah bisa diajak serius”, keluhnya dengan muka masam. “Makan aja, kalau tahu kamu baru bangun sudah kubelikan makan tadi”, katanya. Ini notanya kamar sudah aku bayar sampai malam ini, jadi besok kalau kamu keluar dari sini jangan kamu bayar lagi tapi kalau melanjutkan silakan bayar sendiri ya. Beberapa tamu penginapan yg ada di kafetaria menoleh ke arah Indah ketika kami memasuki kafetaria penginapan.




















