Mukaku terasa panas. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Link Bokep Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. “Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..”
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. “Ya Erik..aku adalah milikmu. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik.




















