Sampai akhirnya:
“aakhh.. Bokep asia Kukedip-kedipkan mataku, dan berkali ? Dgn sangat cepat si hidung belang memercikkan air di botol itu ke wajah dan tubuh Juminten. Tidak ada perlawanan. Dgn pura-pura tidak acuh aku menyiapkan alat-alat perdukunanku, menyalakan lampu minyak (sebagai media pemanggil arwah, pura-puranya), menyiapkan baskom kecil berisi air kembang, dan menyalakan dupa. Dapat-dapat ilmu gendamnya berbalik kepadaku. Aku jadi kesal:
“buka mulutmu Cah Sara, terima saja. Aku jadi kesal:
“buka mulutmu Cah Sara, terima saja. Kakek.. Lalu, dia tinggal menguasaimu saja..”mataku mendelik:
“mesakake banget (kasihan sekali) kowe Cah Sara..” si Juminten tampak sekok (shock) berat mendengar ucapanku yg meluncur seperti senapan mesin itu:
“terus bagaimana Kakek, tolong saya Kakek..” katanya seperti orang setengah sadar.Aku menghela nafas




















