Tidak ada yang ingin ia sia-siakan malam ini, hadiah besar yang kini ada di depannya benar-benar menggoda.Luzia mendesah, ia merasakan bibir Rysh kini mengulum putingnya. Gadis itu menelan ludahnya kasar, ia sudah berdiri dengan posisi kedua tangan terangkat. Bokeb Luzia tak bisa berpikir jernih, yang ada di otaknya hanya kepuasan dan pelepasan. Apa yang Rysh mau kali ini, apa pria itu mengabaikan perintah Felica untuk menjaganya? Angin kencang berembus, Luzia merasakan dingin menusuk tubuhnya.Tak perlu menunggu waktu lebih lama, Rysh segera berjongkok, ia menatap kewanitaan Luzia lalu menjulurkan lidah dan menjilat bagian luar dengan lembut. Luzia berusaha lebih dekat dengan Rysh, ia tak bisa menggunakan tangan dan hanya bisa mengulum ujung kejantanan




















