“Boleh dong, gue juga nyicip, Stell?” tanya Dio.Stella diam aja, aku juga tambah risih. Stella langsung masuk, aku tak punya pilihan lain selain mengikutinya.Di dalam, anak-anak cowok, sekitar delapan orang, kalo Rio yang diluar nggak dihitung, lagi asyik nongkrong sambil main gitar. Bokep Gila, gue udah nggak kuat bawa se-muanya, nih.” Pintanya memelas.“Oke, tapi yang enteng ajaaa…” jawabku sambil mengambil alih beberapa barang ringan. Terny-ata mereka telah mengangkat kaosku sampai sebatas dada. Yudi dan Adi bergegas masuk, sementara Rio malah santai-santai di ruang tamu. Bahk-an, bila tak ada yang melihat, aku dan Stella masih sering bermesraan dengan salah satu dari mereka, seperti saat aku berpapasan dengan Agam di tempat sepi, aku duduk













