“Ayo…” kataku. Cukup utuk lauk makan kami malam ini dan untuk bekal besok subuh.“Bagaiamana? Bokep Tante Suti senang sekali kuajak ke laut. Aku memasang layar. kamu harusisap, supaya nanti air susu ibu banyak dan anakmu bisa menyusui dengan lahap dari tetek ibu,” bisik ibu. Ibu cepat naik ke perahu dan ikut mengkayuh. Dia takut aku marah, karena ketidakhati-hatiannya. “Rezeki kamu bagus Rin,” kata ibu. Perlahan pula Amir melepas celana Suti yang tidak memekai celana dalam. Dia mendatangiku ke akar bakau. Ini rahasia,” kata ibu. Perahu-perahu besar sudah lebih dahulu ke darat. “Kamu buka bajumu. Sebelah tanganku memegang kemudi dan sebelah lagi memeluknya.




















