Jadi cepet deh pulangnya“ lanjutnya.Lagi-lagi mata itu tertuju ke bagian dadaku ketika aku menunduk untuk mengambil celana dalam ku yang berwarna biru langit. Bokeb Betapa panas wajahku dan malu melihat semua itu.“Kalau ini kurang ajar gak Non? oke saya akan berikan Pak, tapi tolong jangan ganggu saya lagi” kali ini aku sudah tak mampu lagi menahan air matakuPak Joko tersenyum puas, ia sepertinya sangat menikmati telah membuatku tunduk hingga menangis di depannya.“Ah, saya tidak butuh uang kok Non, gaji yang di berikan ke saya itu lebih dari cukup saya hanya membutuh kan memek Non buat puasin saya, ha..ha…”Tiba-tiba Pak Joko membelokan mobilnya ke tempat yang agak sepi,“Nah, sekarang Non tau kan tugas




















