Kenapa ya setiap lagi kesel terus ngeliat kamu aku jadi tenang”, tambahnya menatapku dalam.Aku terhenyak diam, terpaku. Aku bangga juga mulai bisa menarik perhatian Bu Monic. Bokep Jilbab/Hijab Bu Monic menggelinjang liar dan,“Aku mau keluar Zal.. Tapi kita jangan pergi bareng ,nggak enak sama orang-orng kantor. Blasernya kulempar ke kursi, kemeja putihnya kubuka perlahan lalu celana panjangnya kuloloskan. Aku memberanikan diri untuk peduli,“Ibu hari ini kok kelihatan kusut? Aku tau itu.“Bahkan kamu sering curi-curi pandang kan?”, ditembak seperti itu aku jadi malu juga.Memang aku sering menatap Bu Monic disetiap kesempatan, apa lagi kalau sedang rapat kantor. Bu Monic tersentak. Dalam mobilku aku coba menyimpulkan promosi jabatan apa yg akan di berikan Bu Monic










