Adik kecilku berontak dengan keras ingin keluar dari celanaku.“Mas, malam ini kamu manis banget sih,” kata Ica memuji.“Ah kamu bisa aja” jawabku agak gugup.Karena pertanyaan itu disampaikan hanya dengan jarak 20 centi dari mukaku sehingga bau harum di wajahnya begitu menggelitik syaraf kelaki-lakianku.“Mmm bagaimana… ” belum selesai aku tanyakan sesuatu tiba-tiba tubuh kecil Ica sudah berada dipangkuanku. Bokep Colmek tetapi aku berusaha cool di depan Ica dan sedikit berkata bijak bagaikan orang tua.“Ica, kita tidak untuk macam-macamkan di kamar ini?” balasku bertanya.“Ya sudah deh Mas, aku mau mandi dulu ya” jawab Ica kesal.15 menit lamanya Ica mandi, akhirnya pintu kamar mandi terbuka dan begitu kagetnya aku, ketika Ica hanya mengenakan daster yang tipis










