“Walah..mbak..mbak..yaa telah saya ambil uangnya sebentar, tapi janji yah dikembaliin secepatnya”aku berusaha menyudahi perbincangan ini. Bokep Hot Jemariku segera beraksi, aku menjamah bongkahan pahanya dibawahku, daster itu telah tersingkap ke atas. Hari-hari selanjutnya berjalan normal, kami hanya berjumpa di akhir pekan, tidak ada bahasan lagi soal peristiwa itu. Aku tidak memperdulikan ucapanya. “Maksudnya..maksudnya apa den..mbak kok jadi takut..”Wajahnya mulai memucat. “….mmmm…gimana ya..gak tau den..”Jawabnya, wajahnya terkesan canggung. Wanita ini makin ketakutan melihatku. “Yaa gak usah bingung, katanya mau ngelakuin apa aja..”Godaku. Dasar perempuan bego ujarku dalam hati. Sekejap saja kami telah berdiri, saling bertatapan dalam kebingungan. Aku yg tengah berjalan menuju kamar terhenti, hari ini pikiranku telah tidak terkontrol lagi, kalimat itu semacam




















