Perlahan, dirasakannya lidah itu ditarik keluar. Bokep Angkat kaki lu, ngangkang!” lanjut lelaki satunya sambil mulai menarik paha kanan Maudy ke atas. Lidah lelaki satunya pun mulai menyentil-nyentil area sensitif itu. “Ha…ha….ha….ini baru namanya pantat!” seru lelaki yang memangkunya sambil meremas-remas bongkahan daging pantatnya. Maudy betul-betul merasa terhina. “Ram…ram…rambut…” katanya. Lalu adegan memalukan tadi pun berulang. Rambut kemaluannya yang tak lagi selebat semula, tampak basah, melekat ke kulit yang kemerahan, bekas cabutan yang brutal tadi. Mobil kemudian kembali berjalan, lalu berhenti di dalam sebuah garasi yang luas. “Jangan….jangan….jangan perkosa saya..!!!” pekiknya sambil meronta, ketika melihat kepala penis lelaki di depannya mulai menguakkan bibir vaginanya. Ia juga tak sadar, tepat di belakang tempat




















