lancar?” aku memulai obrolan.“lancar. Bokep Korea nanti aku yang jaga” sambung mbak Dina.aku pun mengantar istriku. ia meringis. menjadi orang tua tunggal yang kuat. agak kuran sopan sebenarnya. dan menangis.“mbak nggak sanggup Dan. iya iya…oooh…iya iya, 15 menit saya sampe!”penggalan pembicaraan istriku dengan seseorang yang meneleponnya. sebuah lemari baju yang cukup besar, serta meja rias dengan cermin ekstra lebar. mbak Dina membuka pahanya lebar. kubantu mbak Dina mengobati lukanya. aku melepaskan ciuman mbak Dina.“mbak, jangan begini mbak”
“tolong mbak Dan..”“iya, tolong apa?” tanyaku bingung.kemudian mbak Dina kembali mencium bibirku. mencengkram kuat pinggangku. nanti aku jemput” lanjutku.




















