Aku pun mengajak turun Winny menuju tempat penginapan kami.“Om, dingin sekali ya, Om dingin nggak? Bokep asia teruus” Winny terus merengekKemudian dia berbalik dan tangannya juga mulai mememeluk tubuhku semakin erat. Jarum jam telah menunjukkan angka 23. tanyaku pula.“Nggak apa-apa kok, yok kita turun” lanjutnya. Kulihat Winny juga telah datang dan tengah menikmati sarapan pagi yang memang telah disediakan oleh pihak panitia.Aku mendekat dan menyapa “Pagi Win, gimana kabarnya, gimana malam minggunya, asyikkan, saya tahu lho Win malam itu kamu tidak pulang ke rumah tapi entah bermalam dimana” kataku mencoba menebak-nebak sambil duduk didekat Winny yang lagi sarapan pagi.“Ah, Om ini sok tahu, kalau ya terus mau apa, kalau tidak trus gimana” jawabnya




















