Oke? Bokep Dan setelah itu mereka dengan sigap mengerjakan kontrak itu di mana mereka suka. Satu dua mengusap wajahku, membawaku kembali ke darat.Kami kembali ke dalam ruangan. Aku semakin iba melihat kenyataan negeri ini. Apa sih yang dia inginkan? Serangannya semakin terarah. Ada beberapa hal yang memang aku ganti, ada pula yang aku tambahkan berdasarkan apa yang aku rasakan waktu itu. Untuk menghindari asapnya yang bau saya keluar ruangan menuju bangku dekat rel kereta api. Tanpa sadar, kebiasaan burukku ketika sebal muncul. Dia menceritakan tentang dirinya dengan nada minta dikasihani. Atau justru aku yang aneh? Dia hanya memberikan hidayah, selanjutnya terserah kita mau menerimanya atau tidak.




















