Ia malah melengos. Bokep asia Angin menerobos dari jendela. Nampak ada perubahan besar pada Iin. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aq turun. Kring..! Tdk akan hadir kesempatan ketiga. Tunggu apa lagi. Ia malah melengos. Semua orang bebas masuk asal punya uang. Matanya dikerlingkan, bersamaan masuknya mobil lain di belakang angkot. Ya sekarang..!” pintanya penuh manja.Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depan berdering. Bergantian Iin kini telentang.“Pijit saya Mas..!” katanya melenguh.Kujilati toketnya, ia melenguh. Jendela kubuka. Dadaku tiba-tiba berdegup-degup.“Bang, Bang kiri Bang..!”Semua penumpang menoleh ke arahku. Lagi pula percuma, tadi saja di angkot aq kalah lawan kancing. Aroma asli seorang perempuan.




















