Badannya sangat kekar. Bokep Apalagi suasana saat itu sangat mendukung. Tampak jelas bahwa Pak Oding sangat senang mendapatkan kenyataan itu. Suamiku amat pengertian dan mencintaiku. Sekali sebulan aku pulang menemui kedua anakku.Di rumahku kini aku tinggal dengan dua orang pembantu. “Mataku tak mau tidur, Pak”
“Masih takut, Bu?” tanyanya sambil duduk juga dekatku. Aku tak bisa tidur. Aku tidak mau mengkhianati suamiku. Tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun, ia langsung mengerti lampu hijau yang kuisyaratkan padanya. Aku turun dari ranjangku dan duduk di lantai dekat Oding. Hanya kakinya yang pincang sebelah akibat berkelahi dengan perampok beberapa tahun yang lalu.




















