Sakit yah?! Beruntung pacar Karen nih!”, canda-ku. Bokep Rusia Minum pil atau apa?”, tanya-ku penasaran. Tidak berhenti-hentinya aku membelai rambut-nya, sampai akhir-nya aku tertidur kembali. Emang dah mau dapet kak Ditto?!”, tanya-nya lagi. Karen yang sering menemani aku merokok di balcony apartment malam hari. Tapi itu tidak mengurangi kecantikan paha mulus-nya. “Sorry kak Ditto, Karen nyesel ngomong begitu”, mohon-nya. Geli sekali”, kata Karen terengah-engah. “Iya sudah lah, yang lalu biarlah berlalu yang penting sekarang pikirkan masa depan dan karir.”, jawab-ku seadanya. Sambil menghela napas panjang, Karen berkata, “Karen juga tidak tau mau harus dengan dia sekarang. Karen mengerti dengan apa yang aku cari, kemudian dia berkata kepadaku, “Kak Ditto ngga perlu pake condom.




















